Latest Updates

Keutamaan DZIKIR SETELAH SHOLAT


JANGAN TINGGALKAN DZIKIR SETELAH SHOLAT
Barangsiapa sesudah shalat (fardhu) mengucapkan zikir;
"Subhanallah" (Maha Suci Allah) 33 kali dan
"Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah) 33 kali dan
"Allahu Akbar" (Allah Maha Besar) 33 kali
lalu digenapkan yang keseratusnya dengan
(membaca):
"Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in Qodir"
(Tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nyalah
segala kekuasaan dan pujian. Dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa),
maka akan terampuni dosa-dosanya (walaupun) sebanyak buih di lautan. (HR. Muslim)
Subhanallah...
Semoga yang mengucapkan Aamiin di kolom komentar menjadi penegak islam, peyiar dakwah,
ilmunya berlimpah, dapat memberikan pengajaran
bagi penerus islam, menjadi penerus para Nabi
dan Rasul, dan ketika wafatnya bisa mengucapkan kalimat dua syahadat, jasadnya harum menyengat,
dan di akhirat masuk surga firdaus tanpa hisab
bersama para Nabi dan Rasul. Aamiin

MENDOAKANMU, CARAKU MENCINTAIMU

MENDOAKANMU, CARAKU MENCINTAIMU
MENDOAKANMU, CARAKU MENCINTAIMU
Aku bisikkan namamu dalam keheningan malam
Aku warnai sajadahku dengan ribuan tinta yang mengucur dari bola mataku
Dalam tahajudku, malam adalah keindahan
Saat aku berbisik lirih dipangkuan Tuhan
Hingga kurasa lembut belaian kasih-Nya
Tatkala Dia sejukkan hatiku lewat potret indah wajahmu
Yang menerangi sudut gelap mencekam dihati
Mendoakanmu adalah caraku mencintaimu
Kaulah keindahan dari Tuhan
Memandang potretmu saja, hati berdendang tak karuan
Bagaimana aku mampu jatuhkan pandanganku pada wajahmu?
Aroma nafasmu telah terbangkan jiwaku jauh dari raga
Hingga aku lalai jika sayapku telah patah hingga membuat telaga dimataku mengering menahan sendiri perihnya
Aku bersangkar pada ilusi
Merajut asa dalam alam mimpi
Keindahan itu hanya mata hatiku yang mampu menatapnya
Walau raga tak kuasa tuk sekedar mencicipi manisnya,
Namun Tuhan lelapkan jiwaku larut dalam keindahanya
Cukuplah doaku yang mengantarkanmu menjemput bahagia
Bahagia seperti yang malam selalu saksikan dalam keheninganya
Walau diri ini tak lagi dalam rajutan mimpimu
Namun mendoakanmu adalah caraku mencintaimu
Agar kau segera sampai padanya.

Mekkah

Mekkah
Mekkah atau Makkah al-Mukarramah (bahasa Arab: مكة المكرمة) atau disingkat dengan Makkah merupakan sebuah kota utama di Arab Saudi.
Kota ini menjadi tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan ibadah haji,[1] Di kota ini terdapat sebuah bangunan utama yang bernama Masjidil Haram dengan Ka'bah di dalamnya. Bangunan Ka'bah ini dijadikan patokan arah kiblat untuk ibadah salat umat Islam di seluruh dunia. Kota ini merupakan kota suci umat Islam dan tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW.
Dalam Al-Qur'an, kota ini disebut juga dengan 11 nama yang berbeda.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/00/Makkahi_mukarramah.jpg
Kota Mekkah terletak sekitar 600 km sebelah selatan kota Madinah, kurang lebih 200 km sebelah timur laut kota Jeddah. Kota ini merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung gunung dengan bangunan Ka'bah sebagai pusatnya 21°25′24″LU 39°49′24″BT. Dengan demikian, pada masa dahulu kota ini rawan banjir bila di musim hujan sebelum akhirnya pemerintah Arab Saudi memperbaiki kota ini dan merenovasi kota ini. Seperti pada umumnya kota kota di wilayah Arab Saudi, kota ini beriklim gurun.

Suku Quraisy

Suku Quraisy
Suku Quraisy (bahasa Arab: قريش‎ الأمة​) adalah suku bangsa Arab keturunan Ibrahim, mereka tinggal dan hidup di Mekkah dan daerah sekitarnya. Quraisy yang hidup di Mekkah disebut Quraisy Lembah, sementara yang lain tinggal lebih jauh mengelilingi Mekkah dikenal dengan Quraisy Pinggiran.

Etimologi

Penamaan Quraisy berasal dari nama lain Fihr yang merupakan leluhur Nabi Muhammad, nabi dan rasul utama agama Islam. Di mana Fihr kemudian menurunkan sampai Qushay bin Kilab. Silsilah lengkapnya adalah sebagai berikut, Muhammad bin Abdullah bin 'Abd al-Muththalib bin Hâsyim bin 'Abd al-Manâf bin Qushay bin Kilab bin Murra bin Kaa'b bin Lu'ay bin Ghalib bin Quraisy (Fihr) bin Malik bin Nazar bin Kinanah bin Khuzaymah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mazar bin Nazar bin Ma'ad bin Adnan bin Ismail bin Ibrahim.

Garis Silsilah / Keturunan Arab

Garis silsilah / keturunan Arab berasal dari:
  1. Ba'idah (العرب البائدة): artinya punah, merupakan suku yang pernah tinggal di Jazirah Arab dan telah punah. Sejarah mereka sedikit sekali yang dapat diketahui, kebanyakan berasal dari Perjanjian Lama dan Al-Qur'an. Selain itu dari penggalian-penggalian arkeologis yang ditemukan. Mereka termasuk ʿĀd, Tsamud, Tasam, Jadis, Imlaq dan lainnya.
  2. Qahtani (العرب العاربة): Menurut dugaan mereka berasal dari keturunan Ya'rub bin Yasyjub bin Qahtan bin Hud, sering pula dikenal dengan Arab Qahtan. Mereka kebanyakan tinggal di Yaman dan kemudian menyebar ke daerah lainnya. Peradaban mereka diketahui cukup tinggi. Dibuktikan dengan penemuan-penemuan arkeologis yang mengungkapkan cara kehidupan mereka. Keturunan dari Qahtani ini ada yang menyebar sampai ke Yatsrib, nama kuno untuk Madinah, yaitu Bani 'Aus dan Bani Khazraj yang dikenal sebagai Kaum Anshar.
  3. Adnani (عدنان): Mereka diduga berasal dari keturunan Ismail (Bani Ismail) melalui anaknya Adnan. Ada juga yang menyebut Arab Adnan dan Quraisy termasuk cabang dari ini.[2]
Suku Quraisy pada saat itu terkenal sifatnya akan kekacauan, sukar dikendalikan, terpecah belah antar suku, kasar, saling bermusuhan, sangat penuh perasaan, fasih berbicara dan puitis. Quraisy menjadi suku terkemuka di Mekkah sejak sebelum kelahiran Muhammad dan pada dasarnya menguasai kota. Sebelum kelahiran Muhammad, suku ini terbagi menjadi beberapa klan, masing-masing memiliki tanggung jawab yang berbeda atas kota Mekkah dan Ka'bah. Terjadi rivalitas antarklan, dan makin meruncing selama Muhammad hidup. Beberapa pemimpin klan tidak menyukai klaim Muhammad akan kenabian dan mencoba menghentikannya dengan menekan pemimpin Bani Hasyim saat itu, Abu Thalib. Banyak pula dari klan tersebut yang menghukum pengikut Muhammad, seperti melakukan boikot. Hal inilah yang menyebabkan keluarnya perintah hijrah ke Ethiopia, dan kemudian ke Madinah.
Setelah Penaklukan Kota Makkah pada tahun 630, Muhammad memaafkan orang Quraisy yang sebelumnya menekan dan memusuhinya, kedamaian terjadi. Setelah meninggalnya Muhammad, rivalitas klan meningkat, terutama siapa yang berhak menjadi Khalifah, hal yang menyebabkan terjadinya pemisahan Sunni dan Syi'ah.

Silsilah

Fihr, dikenal sbg QURAISY


Ghalib
al-HARITS



Lu'ay


'AMIR
Ka'b


Hushaish
'ADI
Murrah


'Amr
Kilab
TAIM
Yaqazhah


SAHM
JUMAH
MAKHZUM
Qushay
(lahir 400)
Zuhrah
ZUHRAH


Abd al-Dâr
'ABD AL-DAR
'Abd al-Manâf
'ABD AL-MANAF
'Abd
'Abd al-'Uzza


Muththalib
MUTHTHALIB
Hâsyim
HASYIM
Nawfal
NAWFAL
'Abd al-Syams
'ABD AL-SYAMS
Asad
ASAD



'Abd al-Muththalib
(lahir 497)
Umayyah
UMAYYAH


al-Harits
Zubair
Abdullah
(lahir 545)
Hamzah
Abu Thalib
Abu Lahab
al-Abbas


MUHAMMAD
(lahir 570)
Ali
(lahir 599)
Ja'far
ABBASIYAH

[1]
[1]
Catatan:
  • Huruf besar merupakan pendiri klan/marga.

Klan

Suku Quraisy umumnya terbagi menjadi beberapa sub-klan utama, yang kemudian terbagi lagi menjadi sub-klan, antara lain:
  • Quraisy — Quraisy terbagi menjadi beberapa sub-klan.
(sub-klan Quraisy yang tidak dapat dikategorikan)


Popular Posts

Popular Posts